Minggu, 19 Mei 2013

Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia Afrika 1955-2013 : Dapat Berdampak Positif Bagi Warga Kota Bandung dan Dunia


622909_Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia Afrika 1955-2013 .jpgDengan mengangkat tema “Celebrating Together in Peace”, Museum Konferensi Asia Afrika kembali menyelenggarakan Peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-58 Tahun. Dalam mengisi peringatan HUT yang dimulai dari 18-24 April 2013 tersebut, pihak penyelenggara menggelar beragam acara.
Pada hari pertama, seperti biasa didahului dengan prosesi pengibaran 106 Bendera Negara Asia Afrika dan satu Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) oleh 106 anggota Pramuka Penggalang-Penegak dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung.” Kegiatan ini, merupakan salah satu moment penting dan bersejarah guna menyegarkan kembali kepentingan negara-negara Asia Afrika di mata dunia serta menguatkan kembali kedudukan negara-negara Asia Afrika di dalam ketentuan politik dan hukum dunia,” ujar Walikota Bandung Dada Rosada dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda pada pembukaan acara, di Jalan Cikapundung Timur Bandung (kompleks sekitar Gedung Asia Afrika), Kamis (18/4/2013).
Hadir pada upacara pembukaan, perwakilan Kedutaan Besar Negara Asia-Afrika, Kodam III Siliwangi, Polda Jabar, dan sejumlah undangan lainnya. Dada menuturkan, Konferensi Asia Afrika pertama telah menghasilkan rumusan bersama yaitu Dasa Sila Bandung.” Mudah-mudahan dengan peringatan HUT KAA ke 58 tahun, tidak hanya berdampak positif bagi warga masyarakat Kota Bandung tapi berdampak positif pula bagi warga masyarakat dunia,” l
anjut Dada. Selain itu, dalam sambutannya, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementrian Luar Negeri, Abdurrahman M. Fachri menyatakan, kegiatan ini, ditujukan untuk lebih membina kerjasama antar negara-negara Asia Afrika dan menggalakan prinsip kebersamaan untuk perdamaian dan kesejahteraan dunia.” Kita saat ini harus terus ikut menciptakan perdamaian dunia dan kita harus lebih banyak berbuat untuk kepentingan dunia, harap Abdurrahman.
Usai upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan parade Bendera Asia Afrika oleh Pasukan berkuda Kaveleri TNI AD, Karnaval Museum Kid Care Community, Perwakilan Kedutaan Negara Asia Afrika, Mahasiswa Asing STBA, Unpad, Unpas, UPI, Karnaval Paduan S
uara Wijaya, Pramuka Kwarcab Kota Bandung, dan Paguyuban Sapedah Baheula (Ontel) Bandung, serta pameran, hiburan musik, dan penyerahan topeng Jepang dari Museum Umenosato kepada Museum KAA. [Sumber Berita : http://kwarcabkotabandung.or.id]

Sabtu, 18 Mei 2013

Rakernas Pramuka


“Pull dan Push Factor” Bagi Gugusdepan Gerakan Pramuka

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka Tahun 2013 berlangsung pada 17-19 April 2013 di Kompleks Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas), Cibubur.
Rakernas yang mengangkat tema “Menyongsong Pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib” dibuka secara resmi oleh  Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Azrul Azwar didampingi Dirjen Pendidikan Dasar Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementrian P)endidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Lydya Freyani Hawadi.
Menjawab pertanyaan wartawan usai pembukaan, Ibu Lydya menjelaskan bahwa dasar dari upaya menjadikan Gerakan Pramuka sebagai ektrakurikuler wajib adalah Undang-Undang Sisdiknas dan Undang-Undang Gerakan Pramuka.
 “Ini amanah Undang-Undang bahwa pendidikan kepramukaan itu sudah masuk dalam Undang-undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Pasal 26 Tentang Pendidikan Nonformal.  Salah satu satuan pendidikan Non Formal adalah kepramukaan ini juga  amanah Undang-Undang Gerakan Pramuka itu sendiri,” tegas beliau.
Lebih lanjut Ibu Lydya menambahkan bahwa kepramukaan itu untuk anak-anak jadi penting untuk masuk ke dalam ekstrakulikuler wajib dan ini supaya anak-anak mampu internalisasikan nilai kepramukaan yang ada di dalam kode kehormatan pramuka, Satya dan Darma Pramuka pada kehidupan sehari-hari.
“Supaya anak-anak jadi lebih mengetahui bagaimana berakhlak lebih baik, pendidikan karakter adalah salah satu kendaraan untuk meningkatkan pendidikan karakter itu berjalan dengan baik di sekolah,” ungkap Ibu Dirjen PAUDNI yang juga meyakini bahwa hal ini akan mendapat dukungan dari orangtua.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka juga menilai upaya ini sebagai upaya yang baik, “Karena di satu pihak kita tahu masalah bangsa ini, bukan lagi kenakalan remaja saja seperti berkelahi atau tawuran. Tetapi sudah kriminal karena ada beberapa kasus pembunuhan, ini kan sangat merisaukan. semua bisa diatasi kalau mereka ekspose pada pendidikan karakter, pendidikan nilai-nilai,”
Sesuai amanah Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Susilo Bambang Yudhoyono yang mengembankan tugas pendidikan karkater kaum muda pada Gerakan Pramuka, maka Kak Azrul kemudian memantapkan keberadaan Gugusdepan sebagai sarananya. “Dari banyak lembaga yang menjalankan pendidikan nilai-nilai yang  paling well organize adalah Gerakan Pramuka. Jadi masuknya gagasan untuk mewajibkan di ektrakurikluer itu baik, Cuma pelaksanaannya kita atur supaya anak-anak tidak merasa terpaksa, yang wajib
itu Gugusdepannya,”
Guna menjalankan gagasan ini, Gerakan Pramuka mengupayakPull Factor dan Push Factor. Pull Factor adalah bagaimana menciptakan Gugusdepan yang baik sehingga timbul kesan bagi anak-anak kalau tidak masuk Gugusdepan tersebut akan rugian beberapa cara berupa 
Kedua adalah push factor yaitu bagaiman menciptakan suasana lingkungan yang  membuat anak-anak kondusif untuk masuk ke Gugusdepan tersebut, “Insya Allah kalau itu dijalankan bisa berhasil,” pungkas Kak Azrul.
Mengingat pendidikan kepramukaan adalah pendidikan nonformal bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional dalam mempersiapkan kaum muda. Kaum muda adalah Potensi dan penerus perjuangan, hidup dan kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara yang secara sosiologis dipersiapkan sebagai kader dan penerus masa depan.
            Pada Rakernas tersebut juga dipaparkan beberapa kegiatan yang akan berlangsung hingga akhir tahun 2013. Diantaranya Karang Pamitran, Perkemaha Pramuka Luar Biasa Tingkat Nasional, Penyelenggaraan Musyawarah Nasional di Nusa Tenggara Timur, laporan penyelenggaraan Sidang Paripurna Nasional oleh Ketua Dewan Kerja Nasional, selain pemaparan Kegiatan Perkemahan Bakti Saka Taruna Bumi yang akan berlangsung di Sumatera Barat.
Sumber : pramuka.or.id

Rabu, 15 Mei 2013

Cara mendapatkan TKU dan tingkat-tingkatnya


hari ini kita akan membahas tentang TKU penggalang dan cara mendapatkan nya ,langsung saja kita bahas tidak usah basa - basi lagi.

jenis-jenis TKU seperti dibawah ini.


Sejarah gerakan pramuka di indonesia


    Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.